7 Tips Traveling Bersama Bayi

Buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Sifat anak tak akan jauh dari orang tuanya. Katanya sih gitu. Tapi gimana kalau anaknya masih bayi? Apa iya sifatnya juga tak jauh dari orang tuanya?

Percaya tak percaya, bayiku suka traveling! Sama seperti ibunya. Dia senang diajak keluar rumah. Di kendaraan anteng, dibawa jalan-jalan, anteng juga. Apa memang bayiku suka traveling? Atau ini hanya pembenaran saja agar ibunya bisa tetap traveling? Entahlah, yang pasti ketika traveling, ibunya senang, bayinya pun (terlihat) senang. Hehe.

Sejak usia satu setengah bulan, bayiku sudah diajak traveling lumayan jauh. Saat itu kami bermalam di Kampung Sumber Alam, Garut. Ketika usia lima bulan, dia sudah menghirup udara Pantai Santolo. Maka tak heran jika bayiku senang juga traveling bukan?

Sebagai ibu baru, jelas saja ada kekhawatiran tertanam di dalam hati. Bisa nggak yaa bayiku diajak traveling? Rewel nggak yaa? Bisa tidur di tempat baru nggak yaa? Dan kekhawatiran lainnya.

Menurutku, bayi perlu diajak traveling, supaya bisa merasakan “atmosfer” yang berbeda, tak melulu tidur di tempat yang sama, selalu menghirup udara yang sama, dan memandang pemandangan yang sama, 24 jam dalam sehari, dan 7 hari dalam seminggu. Ya, tentunya tetap dalam batas yang wajar, disesuaikan dengan kemampuan bayi.

Izinkan aku berbagi sedikit tips traveling bersama bayi. Siapa tau bisa membantu ibu-ibu yang mau ajak bayinya traveling, tapi bingung apa yang harus disiapkan 🙂

1. Siapkan barang dari malam

Poin nomor satu, selalu siapkan barang yang akan dibawa sejak malam hari. Tentunya ini dengan asumsi pergi pagi. Terlebih jika hendak pergi bersama orang lain, supaya santai dan tak terburu-buru. Lagi asyik siap-siap, eeh si bayi minta menyusu. Hal-hal seperti ini yang membuat waktu siap-siap menjadi molor.

2. Didampingi orang lain

Menurutku ini penting sekali. Jika memungkinkan, jangan bepergian hanya berdua dengan bayi. Mintalah didampingi, oleh suami, orang tua, mertua, saudara, ipar, kawan, sahabat, tetangga, siapa pun asal tak sendiri. Kebayang dong repotnya bepergian bawa bayi? Bayinya sendiri harus digendong, belum barang bawaannya yang seabrek. Selain itu, kalau ada yang mendampingi kan bisa sekalian gantian gendong hehe.

3. Membawa obat-obatan dasar

Balsam bayi, plester penurun demam, paracetamol, dan obat-obatan lainnya yang dirasa perlu, bawa. Terlebih jika bayi memiliki kondisi khusus seperti alergi atau penyakit tertentu, obatnya jangan lupa dibawa yaa.

4. Amati reaksi bayi terhadap lingkungan

Apakah bayi merasa nyaman di dalam kendaraan? Apakah bayi merasa nyaman ketika melihat atau mendengar sesuatu hal yang tak biasa? Apakah bayi merasa nyaman ketika memasuki suatu tempat? Amati semuanya.

Pertama kali bayiku diajak pulang malam (saat magrib masih di jalan), dia menangis ketika waktu magrib tiba. Kedua dan ketiga kali pun begitu. Kucoba nyalakan senter di HP-ku, tangisnya pun berhenti. Mungkin dia masih takut dengan suasana yang gelap. Jadi setiap pergantian siang ke malam, aku selalu menyalakan senter agar bayiku tak menangis.

Perubahan lingkungan tentu jadi hal baru buat bayi bukan? Bahkan sesederhana perubahan dari siang menjadi malam. Terus amati setiap bepergian, karena memang terkadang diperlukan pengamatan yang berulang supaya kita tahu karakter bayi kita sendiri. Because every baby is unique 🙂

5. Sering berhenti di perjalanan

Aku pernah membaca sebuah artikel. Ketika bepergian dengan bayi, sering-seringlah berhenti di perjalanan, idealnya setiap 2 jam sekali. Selain untuk meregangkan tubuhnya, agar bayi juga tak cepat bosan. Jangankan bayi, orang dewasa saja bisa bosan ketika menempuh perjalanan jauh bukan?

Ketika pulang dari Pantai Santolo, bayiku menangis sejadi-jadinya ketika di Rancaekek. Kami pun berhenti di Rest Area KM 147 dekat pintu tol Cileunyi. Ternyata dia hanya ingin digendong sembari diayun-ayun, yang tak mungkin dilakukan di dalam mobil. Tak lama setelah digendong, dia pun tertidur pulas.

Tentu saja tips ini hanya berlaku jika bepergian dengan kendaraan pribadi dan lewat jalur darat.

6. Membawa alas tidur

Sofa bayi selalu kami simpan di bagasi mobil. Kalau-kalau kami bepergian dan bayiku perlu beristirahat, alas tidur sudah tersedia. Kain pernel atau bedung juga selalu kubawa untuk alas tidur bayi.

7. Membawa barang sesuai kebutuhan

Ketika bepergian, barang yang dibawa harus cukup, terutama untuk bayi. Barang-barang bayi yang biasa kubawa saat bepergian sudah kurangkum dalam tulisan berikut:

Yuk, Intip Isi Diaper Bag Anakku Saat Bepergian!

Sejauh ini barang-barang tersebut cukup buatku, tidak kurang, tidak lebih, terpakai semua. Kecuali baju yang memang sengaja kulebihkan untuk cadangan, kadang tak terpakai.


Begitulah tips traveling dariku, ibu yang masih belajar. I’m not an expert, but I do have experiences traveling with a baby. Semoga membantu buibuuu, semangat! Happy traveling 🙂

Published by dwitunggadewi

Software developer, blogger, travel enthusiast

Leave a comment